fiction
Auk
Bayangkan. Seorang pembuat teka-teki silang, yang membangun taman bacaan "nyempil di tengah pasar", diundang wawancara di teve. Tatkala sampai pada gilirannya, ia cuma mengatakan sepenggal kata: ""auk"" -- satu kata dari bahasa lisan sebagai jawaban, tetapi sebetulnya tidak menjawab apa-apa. Inikah cerminan masyarakat yang sakit? Itulah gaya Arswendo yang nakal namun amat piawai dalam bercerita. Diperkaya dengan pelbagai kisah yang agak karikatural seputar cinta dan rumah tangga, Auk berhasil dengan baik mempresentasikan absurditas, yakni situasi tatkala "kata tak bisa menjadi bahasa komunikasi".
Tidak tersedia versi lain