Bayangkan. Seorang pembuat teka-teki silang, yang membangun taman bacaan "nyempil di tengah pasar", diundang wawancara di teve. Tatkala sampai pada gilirannya, ia cuma mengatakan sepenggal kata: ""auk"" -- satu kata dari bahasa lisan sebagai jawaban, tetapi sebetulnya tidak menjawab apa-apa. Inikah cerminan masyarakat yang sakit? Itulah gaya Arswendo yang nakal namun amat piawai dalam bercerita…