Buku ini merupakan kompilasi esai, ulasan, dan catatan pinggir yang ditulis oleh Eka Kurniawan dalam kurun waktu beberapa tahun. Berbeda dengan karya fiksi monumentalnya (seperti Cantik itu Luka atau Lelaki Harimau), di buku ini Eka tampil sebagai seorang pembaca, kritikus, sekaligus pengamat budaya yang tajam. Dengan gaya penulisan yang lugas, jenaka, dan terkadang satir—sebagaimana tercermi…
Corat-coret di Toilet merupakan kumpulan cerita pendek karya Eka Kurniawan yang menyoroti kehidupan masyarakat Indonesia dari berbagai sisi dengan pendekatan realisme magis, satir, dan humor gelap. Buku ini terdiri dari sebelas cerita yang masing-masing menghadirkan tokoh-tokoh biasa namun unik, yang hidup dalam situasi sosial-politik yang absurd, getir, dan sering kali penuh kekacauan. Cerita-…
Pada lanskap yang sureal, Margio adalah bocah yang menggiring babi ke dalam perangkap. Namun di sore ketika seharusnya rehat menanti musim perburuan, ia terperosok dalam tragedi pembunuhan paling brutal. Di balik motif-motif yang berhamburan, antara cinta dan pengkhianatan, rasa takut dan berahi, bunga dan darah, ia menyangkal dengan tandas. “Bukan aku yang melakukannya,” ia berkata dan mel…
Di puncak rezim yang penuh kekerasan, kisah ini bermula dari satu peristiwa: dua orang polisi memerkosa seorang perempuan gila, dan dua bocah melihatnya melalui lubang di jendela. Dan seekor burung memutuskan untuk tidur panjang. Di tengah kehidupan yang keras dan brutal, si burung tidur merupakan alegori tentang kehidupan yang tenang dan damai, meskipun semua orang berusaha membangunkannya.
Buku ini mengisahkan Dewi Ayu dengan empat anak perempuannya. Di akhir masa kolonial, dia dipaksa jadi pelacur. Kehidupan itu terus dijalaninya hingga ia memiliki tiga anak gadis yang kesemuanya cantik. Tiga di antaranya cantik jelita, Alamanda, Adinda dan Maya Dewi. Ketika mengandung anaknya yang keempat, ia berharap anak itu akan lahir buruk rupa. Itulah yang terjadi, meskipun secara ironik i…