Buku ini menceritakan tentang sosok seorang Soehardjo Soebardi yang rendah hati, tidak ingin menonjol, dan memilih selalu berada di belakang layar dalam mendorong berbagai kegiatan yang berhubungan dengan perjuangan bangsa, kesejarahan, kepemimpinan Presiden HM Soeharto dan wawasan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
"Piye to kok ora bisa ditulung (bagaimana sih kok tidak bisa ditolong)?" adalah pertanyaan Pak Harto ketika ia merasa limbung menghadapi kenyataan baru saja kehilangan belahan jiwanya, Ibu Tien Soeharto-istri tercinta yang puluhan tahun menemaninya mengarungi suka dan duka, istri yang selalu mengobarkan semangatnya, menuangkan kasih sayang, serta menguatkan hati. Setetes air mata Pak Harto mena…