karya_ilmiah
Kajian Peran Kebijakan Perdagangan dalam Rangka Percepatan Swasembada Pangan (Beras, Jagung, Kedelai, Gula, dan Daging Sapi)
Indonesia saat ini masih sulit mencapai target swasembada pangan 2014 karena produksi dan produktivitas tanaman pangan terus menurun. Bahkan hasil evaluasi INdeks Kesehatan Global yang dilakukan oleh Economist Intelligence Unit pada tahun 2012 menempatkan Indonesia di purutan ke-5 dari 7 negara ASEAN. Urutan Indonesia tersebut berada di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Hal tersebut menunjukkan bahwa peran diversifikasi konsumsi pangan menjadi penting sebagai salah satu instrumen kebijakan untuk mengurangi ketergantungan konsumsi pada beras sehingga mampu meningkatkan ketahanan pangan nasional dan dapat dijadikan sebagai instrumen peningkatan produktivitas kerja melalui perbaikan gizi masyarakat. Analisis terhadap perkembangan pola diversifikasi dan tingkat konsumsi pangan pokok di Indonesia menjadi sangat penting untuk dilakukan. Demikian pula analisis kebijakan pangan pokok di Indonesia pada saat ini dan waktu mendatang dalam perspektif percepatan pencapaian swasembada pangan pokok juga perlu dikalukan melalui serangkaian analisis yang mencakup: (1) Dinamika permintaan, penawaran dan kebijakan perdagangan tentang komoditas pangan pokok di Indonesia dibandingkan dengan di negara-negara ASEAN lainnya; (2) Proyeksi perkembangan permintaan dan penawaran pangan pokok dalam jangka pendek, menengah, dan panjang; dan (3) Alternatif kebijakan perdagangan yang diperlukan untuk mendorong diversifikasi konsumsi pangan masyarakat dalam mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan pokok.
Tidak tersedia versi lain