Perpustakaan Kementerian Perdagangan

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • FAQ
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

book

Studi Tentang Pemasaran Oleochemical Di Indonesia

Redaksi Sinar Grafika - Badan Organisasi;

Indonesia jauh tertinggal dalam pengembangan industri oleochemical, padahal Indonesia penghasil minyak nabati terkemuka di dunia, khususnya dalam industri CPO. Selama ini, negara-negara pengimpor CPO Indonesia justru jauh lebih maju dalam pengembangan industri oleochemical dan mereka bahkan telah berhasil mengembangkan produk oleochemical menjadi produk additive yang siap digunakan sebagai bahan baku bagi banyak industri hilir. Selain itu, Malaysia, yang menjadi saingan berat sebagai produsen CPO, juga telah jauh meninggalkan Indonesia dalam industri oleochemical ini. Beberapa jenis oleochemical saat ini memang telah dapat diproduksi di dalam negeri. Namun, industri yang ada masih terbatas pada industri hulu, sehingga belum bisa mengatasi kebutuhan produk oleochemical yang lebih hilir, karena industri oleochemical di dalam negeri sifatnya hanya memproduksi bahan setengah jadi. Produk-produk tersebut dijual ke pasar ekspor, kemudian setelah diproses lebih lanjut diimpor kembali ke Indonesia dalam bentuk bahan jadi, semacam bahan additive pada industri tekstil, industri karet, industri plastik, deterjen, cat, kosmetika, makanan olahan dan sebagainya. Tidak Terlalu jelas mengapa Indonesia lamban dalam mengembangkan industri ini. Bila mengacu kepada industri oleochemical saat ini, memang sulit dibantah, bahwa prosuden pada umumnya mengalami permasalahan yang tidak ringan, terutama sejak krisis ekonomi berlangsung. Oleh karenanya, contoh yang kurang menarik itu bisa saja menjadi pelajaran berharga bagi para calon investor, tetapi perlu juga secara obyektif mengkaji lebih dalam, feasibilitas dari pada pendirian industri oleochemical di Indonesia dilihat dari berbagai aspek.


Ketersediaan
#
Perpustakaan Kemendag, Jakarta Pusat 655.3 CIC s
1302.1
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
655.3 CIC s
Penerbit
Jakarta : PT. Capricorn Indonesia Consult Inc., 2006
Deskripsi Fisik
vii, 289 hal. ; 28 x 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Oleochemical - Kelapa Sawit
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Kementerian Perdagangan
  • Informasi
  • FAQ
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Kementerian Perdagangan atau yang biasa dikenal dengan sebutan “Perpus Kemendag” merupakan perpustakaan khusus yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan, berada di gedung utama lantai tiga dan berperan sebagai penyedia serta penyalur informasi terutama tentang perdagangan. Saat ini jumlah koleksi yang dimiliki Perpustakaan Kementerian Perdagangan sebanyak 3.038 judul 4.735 eksemplar yang terdiri dari buku teks, referensi, direktori, penelitian, laporan, peraturan, majalah, dan surat kabar. 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Komputer, Informasi, & Karya Umum
  • Pengembangan Diri
  • Agama
  • Ilmu-Ilmu Sosial
  • Bahasa (Linguistik)
  • Sains / Ilmu Murni
  • Teknik dan Manajemen
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Fiksi dan Kesusastraan
  • Sejarah & Geografi
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?