fiction
Jakarta Selintas Aram
Ditulis dengan gaya narasi khas Ziggy yang puitis, absurd, sekaligus menusuk, Jakarta Selintas Aram memotret wajah kota Jakarta bukan sekadar sebagai latar geografis, melainkan sebagai entitas hidup yang dipenuhi kontradiksi. Melalui kacamata realisme magis dan surealisme, novel ini menjelajahi sudut-sudut kota di kala senja dan remang (aram) di mana batasan antara yang nyata dan yang gaib, kemegahan modernitas dan kemiskinan yang tersisih, serta memori masa lalu dan kecemasan masa depan menjadi kabur. Sebuah refleksi mendalam mengenai alienasi manusia urban di tengah hiruk-pikuk ibu kota.
Tidak tersedia versi lain