book
Etika Kepemimpinan Perspektif Agama dan Moral
Pada zaman serba materialistis ini, tolak ukur keberhasilan pemimpin seringkali hanya diukur dari faktor materi semata selama periode kepemimpinannya. Semangat membangun yang lebih diorientasikan pada pencapaian target fisik ini akhirnya menumbuhkan sikap mental yang lebih menghargai dan membanggakan materi, secara kuantitatif, dengan mengabaikan etika dan moral dalam proses pencapaiannya. Lembaga pendidikan calon pemimpin ""gaya IPDN"" yang mengabaikan etika kepemimpinannya dan tidak mendengarkan suara hati, tentu saja hanya akan menghasilkan manusia-manusia robot dan mekanis ketimbang manusia yang imajinatif, kreatif dan berbudaya. Buku ini memaparkan tentang etika kepemimpinan sesai nilai-nilai agama dan moral yang diyakini dapat mengeliminir berbagai masalah dalam penyelenggaraan pembangunan sebagai akibat pengabaian dimensi moralitas dan spiritual.
Tidak tersedia versi lain