fiction
Carrie soto is back: a novel
Buku ini mengisahkan perjalanan Carrie Soto, mantan legenda tenis dunia yang telah meraih 20 gelar Grand Slam dan pensiun pada usia 31. Enam tahun kemudian, rekornya dipecahkan oleh pemain muda, Nicki Chan, dalam final US Open 1994. Pada usia 37 tahun, Carrie memutuskan untuk kembali ke dunia tenis demi mengambil kembali rekor tersebut, meskipun tubuhnya tak lagi prima dan media mulai meragukan kemampuannya. Didorong oleh hubungan profesional dan emosional yang mendalam dengan ayahnya, Javier Soto—mantan pemain tenis profesional Argentina yang menjadi pelatih sejak Carrie kecil—dia memasuki musim comeback penuh tekad dan tekanan emosional. Javier mengalami serangan jantung menjelang akhir musim, dan kematiannya menjadi titik balik bagi karier dan identitas Carrie di lapangan. Selain konflik olahraga, novel ini menampilkan hubungan dengan Bowe Huntley, seorang lawan sekaligus mitra latihan yang pernah memiliki hubungan pribadi dengan Carrie. Hubungan mereka berkembang secara matang dan menunjukkan sisi lembut pada tokoh yang dikenal dingin dan obsesif. Carrie digambarkan sebagai sosok yang dingin, tajam, dan deterministik—dengan julukan “Battle-Axe”—namun pembaca tetap terpikat padanya hingga akhir cerita. Tema sentral novel ini meliputi biaya pribadi dari ambisi, perjuangan identitas, kerentanan yang terbuka setelah kehilangan, serta relasi yang menyeimbangkan ketenangan hati dan semangat juang. Dengan latar dunia olahraga profesional, Reid menggabungkan ketegangan mental, interaksi karakter otentik, dan refleksi tentang makna kemenangan dan kekalahan. Novel ini meraih penghargaan Goodreads Choice Award for Best Historical Fiction 2022, dan menjadi bagian penting dari ""famous‑women quartet"" karya Reid yang menampilkan tokoh perempuan dengan kekuatan naratif besar dan kompleksitas identitas. Adaptasi serial Netflix dengan Serena Williams sebagai executive producer diumumkan pada April 2025.
Tidak tersedia versi lain