book
Kesatria: De Brief Voor De Koning
Tiuri terduduk dengan tegak dan memandang ke jendela. Ia tidak melihat apa pun,tidak ada bayangan orang. Jadi, bisa saja tadi hanya khayalannya. Coba itu betul, Ia tidak mungkin menuruti permintaan suara itu, sekalipun terdengar begitu mendesak, ia menutup wajah dengan kedua tangan dan berusaha mengusir pergi semua pemikiran dari dalam hatinya. namun, sekali agi ia mendengar suara itu, sangat jelas awalaupun hanya berupa bisikan. Dalam nama Tuhan, bukakan pintu!. Tiuru melanggar peraturan, yang menyatakan ia tidak boleh berbicara dengan siapa pun pada malam menjelang pelantikannya menjadi kesatria. Ia membuka pintu. Permintaan yang diajukan kepadanya ternyata tugas penuh mara bahaya. Tiuri diburu Pusu Pengendara Merah yang bermaksud jahat yang mengancam akan membunuhnya. namun, ia bertekad mengantar surat yang sangat penting kepada Raja Unauwen. Pengorbanan Kesatria Hitam Laskar Perisai Putih yang melepas nyawa demi surat itu tidak akan sia-sia. "Dinginnya malam, angkernya hutan belantara dan kewaspadaan, amat jelas tergambar..."
Tidak tersedia versi lain