Perpustakaan Kementerian Perdagangan

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • FAQ
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Siapa Pengkhianat Diponegoro?
Penanda Bagikan

fiction

Siapa Pengkhianat Diponegoro?

E.R. Asura - Nama Orang;

Persinggungan dengan Kanjeng Ratu Ageng, para ulama dan rakyat biasa, menorehkan pengalaman batin yang lengkap bagi Raden Ontowiryo-kelak dikenal sebagai Pangeran Diponegoro. Kanjeng Ratu Ageng menjadi patron spiritualisme bagi Raden Ontowiryo dengan tokoh Arjunanya. Para ulama memberi wawasan keislaman-yang diharmonisasi dengan mistik Jawa-dengan Nabi Muhammad Saw. sebagai jalan tempuhnya. Dan rakyat biasa telah menularkan kehalusan pekerti. Saat ketiganya berkelindan, justru ia sering kali gamang melihat kenyataan penderitaan rakyat kian memuncak, kekisruhan keraton yang semakin memudarkan karismanya, dan bau amis darah yang semakin terasa dekat, sehingga tak memiliki ruang untuk mencari pembenaran di hadapan Gusti Allah. Rentang 1800-1812 menjadi masa kalabendu sekaligus akan mewujudnya ramalan Parang Kusumo dan Kanjeng Sunan Kalijogo di bumi Mataram. Setelah menjejak ziarah ke titik-titik penting sumber mistik Jawa, mengunjungi sejumlah pesantren, Raden Ontowiryo memilih saling berhadapan dengan pemerintah kolonial Belanda dan Keraton Yogya sebagai seteru. Sehingga ketika Raden Ronggo Prawirodirjo III-tokoh yang dikaguminya-dgantung di Pangurakan sebagai seorang pemberontak, Raden Ontowiryo datang untuk menurunkan jenazahnya. Begitupun saat ayahandanya naik takhta, Raden Ontowiryo senantiasa pasang badan. Titik-titik itulah yang menjadi pusaran novel pertama dari Trilogi Pangeran Diponegoro ini yang akan mengantarkan pada Ramalan Parangkusumo : engkau sendiri hanya sarana, namun tidak lama, untuk disejajarkan dengan leluhur. Tentu di dalamnya tak terlepas dari asmara, perselingkuhan, rasa cemburu, sakit hati, simpul-simpul yang memerlukan jawab.


Ketersediaan
#
My Library 808.83 ERA s
7037.1
Tersedia
#
My Library 808.83 ERA s
7037.2
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
808.83 ERA s
Penerbit
Depok : Imania., 2013
Deskripsi Fisik
xx, 428 hlm. : 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9786027926059
Klasifikasi
808,83
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Novel Sejarah
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Kementerian Perdagangan
  • Informasi
  • FAQ
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Kementerian Perdagangan atau yang biasa dikenal dengan sebutan “Perpus Kemendag” merupakan perpustakaan khusus yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan, berada di gedung utama lantai tiga dan berperan sebagai penyedia serta penyalur informasi terutama tentang perdagangan. Saat ini jumlah koleksi yang dimiliki Perpustakaan Kementerian Perdagangan sebanyak 3.038 judul 4.735 eksemplar yang terdiri dari buku teks, referensi, direktori, penelitian, laporan, peraturan, majalah, dan surat kabar. 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Komputer, Informasi, & Karya Umum
  • Pengembangan Diri
  • Agama
  • Ilmu-Ilmu Sosial
  • Bahasa (Linguistik)
  • Sains / Ilmu Murni
  • Teknik dan Manajemen
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Fiksi dan Kesusastraan
  • Sejarah & Geografi
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?