karya_ilmiah
Analisis Komoditas Kopi dan Karet Indonesia: Evaluasi Kinerja Produksi, Ekspor dan Manfaat Keikutsertaan dalam Asosiasi Komoditas Internasional
Keterlibatan Indonesia dalam organisasi internasional Kopi dan Karet perlu dievaluasi peluang dan manfaatnya. Sehingga dapat memberikan keuntungan bagi kepentingan Indonesia. Indonesia memproduksi dua macam jenis kopi, yaitu kopi arabika dan kopi robusta. Kopi arabika termasuk jenis yang dapat tumbuh optimal 1000 meter dpl, sedangkan lahan seperti itu umumnya merupakan lahan hutan di Indonesia. Berbeda dengan kopi jenis robusta yang dapat tumbuh optimal di dataran yang lebih rendah, hal inilah yang menyebabkan proporsi produksi kopi Indonesia rata-rata lebih dari 80% adalah jenis kopi robusta. International Coffee Organization atau ICO adalah organisasi utama antar pemerintah untuk kopi, menjadi wadah bersama bagi exportir dan importir kopi untuk menghadapi tantangan sektor kopi global. Organisasi ini diinisiasi untuk kolaborasi dengan PBB dalam meningkatkan kerjasama antara negara konsumen kopi, distributor dan produsen. Anggota Pemerintahan yang masuk ke dalam ICO mewakili 94% produksi kopi dunia dan lebih dari 75% konsumsi kopi dunia. Karet merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia. Produksi karet Indonesia pada tahun 2013 mencapai 3,18 juta ton, sekitar 16% dari produksi tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan domestik (Ditjenbun, Kementan).
Tidak tersedia versi lain