Perpustakaan Kementerian Perdagangan

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • FAQ
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Sabda Palon: Kisah Nusantara yang Disembunyikan
Penanda Bagikan

fiction

Sabda Palon: Kisah Nusantara yang Disembunyikan

Damar Shashangka - Nama Orang;

Pada tahun 1445 Masehi, atas permintaan Bhre Kêrtabumi, Syekh Ibrahim Al-Akbar berlayar dari Champa menuju Jawa, diiringi Sayyid Ali Murtadlo dan tiga belas santrinya. Mengingat pertumbuhan kaum muslim yang pesat di pesisir Jawa, syekh keturunan Samarqand itu didaulat untuk menjadi pejabat resmi agama Islam di Keraton Majapahit. Tetapi jung Syekh Ibrahim diamuk badai hingga terdampar di pantai Kamboja dan mereka menjadi tawanan kerajaan di sana. Kabar tentang nasib rombongan Champa itu akhirnya sampai di Jawa. Dipimpin Raden Arya Bangah, tujuh jung tempur Majapahit, lengkap dengan meriam dan manjanik, segera bertolak ke Kamboja untuk membebaskan mereka. Pertempuran sengit pun meletus di Prey Nokor. Dalam pada itu, Sabda Palon dan Naya Genggong, dua punakawan Bhre Kêrtabumi, melihat dengan mata batinnya bahwa trah Majapahit akan lumpuh. Selama lima ratus tahun awan hitam akan menaungi Nusantara seiring datangnya para pembawa keyakinan baru yang haus takhta. Sabda Palon menasihati Kêrtabumi agar mengambil selir dari Wandhan. Keturunan darinyalah yang akan membangkitkan kejayaan trah Majapahit dua ratus tahun kemudian. Raja muda itu pun mengawini Bondrit Cêmara, seorang emban dari Wandhan. Dewi Amaravati, putri Champa permaisuri Kêrtabumi, dilanda cemburu hebat hingga berencana untuk membunuh Bondrit Cêmara berikut janin yang tengah dikandungnya. Melalui narasi-narasi memukau nyaris pada setiap babak, novel ini tak hanya mampu menyatukan keping-keping sejarah masa akhir kejayaan Majapahit yang tercecer dan terpendam, tetapi juga bakal menyihir Anda untuk memasuki Nusantara masa silam. Tidaklah mudah membawa pembaca abad 21 kembali ke abad 15, yang penuh aroma dupa, kemegahan pura, dan gadis-gadis yang masih bertelanjang dada. Tetapi Damar Shashangka mampu melakukan itu dengan mempesona.


Ketersediaan
#
My Library F.808.83 Dam s
6972.1
Tersedia
#
My Library F.808.83 Dam s
6972.2
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
F.808.83 Dam s
Penerbit
Jakarta : Dolphin., 2014
Deskripsi Fisik
446 hlm.; 21 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789791611053
Klasifikasi
808,83
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Fiksi Sejarah
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Kementerian Perdagangan
  • Informasi
  • FAQ
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Kementerian Perdagangan atau yang biasa dikenal dengan sebutan “Perpus Kemendag” merupakan perpustakaan khusus yang berada di bawah naungan Kementerian Perdagangan, berada di gedung utama lantai tiga dan berperan sebagai penyedia serta penyalur informasi terutama tentang perdagangan. Saat ini jumlah koleksi yang dimiliki Perpustakaan Kementerian Perdagangan sebanyak 3.038 judul 4.735 eksemplar yang terdiri dari buku teks, referensi, direktori, penelitian, laporan, peraturan, majalah, dan surat kabar. 

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Komputer, Informasi, & Karya Umum
  • Pengembangan Diri
  • Agama
  • Ilmu-Ilmu Sosial
  • Bahasa (Linguistik)
  • Sains / Ilmu Murni
  • Teknik dan Manajemen
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Fiksi dan Kesusastraan
  • Sejarah & Geografi
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?