laporan_penelitian
Persaingan Bisnis Ritel Modern di Indonesia
Pasar ritel modern menunjukkan pertumbuhan positif sejak lima tahun terakhir, setelah mengalami keterpurukan akibat krisi ekonomi. Membaiknya kondisi ekonomi, pertumbuhan jumlah penduduk, perubahan pola hidup serta pola konsumsi masyarakat merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhan pasar ritel modern di Indonesia. Pada tahun 2008, pertumbuhan pasar ritel modern adalah sebesar 17,7% yang didorong oleh tumbuhnya pasar hypermarket dan mini market. Ritel asing hanya menguasai sekitar 5,3% jaringan ritel modern di Indonesia, namun mampu meraih 27,9% pangsa ritel modern di Indonesia. Sedangkan pangsa swalayan masih meraih pangsa pasar terbesar, yakni 31,8%. Disusul oleh hypermart/perkulakan 30,2%, department store 25,8%, dan mini market 12,3%. Secara geografis, gerai ritel modern masih terkonsentrasi di Jawa dengan kontribusi 81,6% (4.202 gerai) dan sisanya 18,4% (948 gerai) tersebar di luar Jawa. Konsentrasi terbesar terdapat di wilayah Jabotabek, yaitu sebesar44,9% (2.568 gerai). Sepuluh peritel terbesar menguasai 62,5% pangsa pasar, sementara sisanya diperebutkan peritel lainnya. Dalam satu tahun terakir, ada penambahan sebanyak 2.890 gerai baru, di mana 2.506 gerai di antaranya merupakan gerai mini market.
Tidak tersedia versi lain