fiction
Tukar Takdir
Tukar Takdir menceritakan perkara yang kita takuti dan pasti terjadi dalam 12 (dua belas) nasib yang salah satunya mungkin pernah, sedang, atau akkan jadi milikmu. [Takdir 1]: Seandainya aku benar-benar bisa mengulang waktu, apakah aku akan bisa mengubah nasibku dan penumpang lainnya? [Takdir 2]: Saya seperti luwak yang harus merasa bersalah kalau nggak berak karena sudah diberi kandang dan makanan. [Takdir 3]: Elo nggak perlu bohong, tapi nggak perlu jujur juga. Kita jebak para tahi cecak itu ke dalam alam asumsi mereka sendiri. [Takdir 4]: Godaan setan, penolakan batin, dan rintihan Maryati silih berganti menghantuiku. [Takdir 5:] Aku baru tahu bahwa aku ini berbeda saat Mama memperlihatkan foto-fotoku yang sedang tampil menari di pentas seni taman kanak-kanak. [Takdir 6]: Kita diguna-guna, Mak! Pasti ada yang sirik banget karena warung kita laku keras! [Takdir 7]: Aku tak tahu pasti apakah Mamah sedang butuh pelaria, atau sudah terlanjur terbutakan cinta-atau sudah pasrah menerima kenyataan bahwa lelaki sering berbohong. [Takdir 8]: Selama disini, saya sering menyaksikan mereka yang datang berharap-harap romansa, pulang-pulang hati babak belur. [Takdir 9]: Kehilangan sahabat saja sudah perih, apalagi kehilangan sahabat yang mengandung masa depanmu; anak-anakmu? [Takdir 10]: Seindah-indahnya kenangan, kalau diingat dalam keadaan buruk, bisa berbalik menyengsarakan. [Takdir 11]: Kamu juga bisa tampil rupawan. Kami tak selamanya akan menggentayangi tempat gelap dan sepi. [Takdir 12]: Pantas saja kematian tetap jadi mister, karena setiap yang tah, akan dibuat terbungkam saat terlahir kembali.
Tidak tersedia versi lain