book
Kamoro Diantara Pasang Surut Irian Jaya
Delan Belas Ribu orang Kamoro hidup didaerah yang paling lembab dibagian barat Irian Jaya, dengan letak yang terpencil di dunia, bahkan di Indonesia. Kebudayaan mereka telah lama mati karena menjadi korban misi Agamamaupun misi dari pemerintan yang sangat bertentangan dengan apa yang mereka lakukan. Pada tahun 1996 ketika juru foto Kal Muller mengabadikan upacara inisiasi, dia menemukan hal luar biasayang tidak terduga. Kehidupan tradisional yang hidup memberikan kesan yang sangat mendalam. Membagi apa yang telah temukan dengan sobat lamanya David Pickell, mereka berdua memutuskan untuk mempelajari lebih mendalam mengenai kehidupan orang-orang ini. Bergabung kemudian dengan mereka, Aloyisius Akiniyau, pemanndu wisata yang juga seorang pedagangkeliling dan Apollo Takati seorang guru sekolah. Dengan perahu dari kayu mereka menjelajahi banyak daerah pedesaan di wilayah Kamoro. Perjalanan yang mereka lakukan banyak membawa mereka mengunjungi kota para petualang Timika., ke pulau kecil Lakahia, menyusuri hampir 300 km hutan bakau yang lebat dan Laut Ararpura yang tidak bersahabat. Mereka menemukan kehidupan yang sangat beragam, humor-humor segar yang sangat menghibur serta proses perubahan masyarakat yang kadang menyakitkan. Dalam cerita yang mereka bawa ditemukan cerita - cerita masa lalu yang belum pernah di dengar, perubahan-perubahan peradaban maupun lingkungan, cerita-cerita gaib yang mungkin tidak masuk akal yang semuanya memberikan pengalaman dan kebanggaan baru bagi orang disana.
Tidak tersedia versi lain